Begini Cara Bedakan Kesurupan Yang Asli Serta Yang Berpura-pura

SUARA MISTERI - Telusuri & Mencekan

Suaramisteri.com
  - Di jaman canggih saat ini masih ada fenomena kesurupan yang sering di alami orang. Dan biasanya dirasakan oleh sebagian kecil orang saja. 

Kadang hal itu kerap dikaitkan oleh hal-hal mistisisme. Dan bahkan sulit dijelaskan secara akal sehat. 

Kesurupan sebenarnya sudah dijelaskan secara terperinci dalam setiap keyakinan agama. Bahwa hal itu ada campur tangan mahluk Ghaib di fenomena itu. 

Tapi yang jadi masalah, bagaimana bisa membedakan mana yang benar kesurupan atau yang berpura-pura. Atau memang ada juga yang memang alami gangguan kejiwaan. 

Pada kesempatan kali ini. Tim Misteri mencoba bertanya persoalan itu kepada ahli supranatural, Abah Kumis warga Desa Mekarbuana yang sudah lama malang melintang di dunia supranatural dan sekaligus mempertanyakan, Mana yang asli kesurupan dan pura-pura kesurupan. 

Abah Kumis pun menjawab, Jika perbedaannya sangatlah mudah. Tapi untuk mengawalinya haruslah jelas ciri-ciri orang yang kesurupan. 

Hawa Mistis

Orang yang kesurupan bisa dirasakan berbeda oleh orang-orang sekitarnya. Seperti contoh, Jika kita dekat dengan orang yang kesurupan akan merasakan hawa mistis yang kuat. Dan perbedaannya ada hawanya baik hawa dingin dan panas secara tidak wajar. Lalu bulu kuduk dan tangan pun ikut berdiri. Dan semua yang dirasakan merupakan Indra ke-6 manusia yang dj anugerahkan Tuhan YME kepada manusia. 

Tatapan Kosong 

Bagi Orang yang kesurupan mempunyai tatapan mata yang kosong juga tidak fokus pada sesuatu yg di lihatnya.

Dari mata, orang yang kesurupan yang benar-benar kesurupan dilihat dari mata dalam kondisi melotot tanpa berkedip. Bahkan urat matanya pun berubah memerah. Terkadang ada pula yang tidak sama sekali membuka matanya. 

Mencaci Maki

Nah sahabat Kepoin News Mistis, Ada juga yang kesurupan berteriak-teriak kencang dan tidak perduli pada orang sekitarnya. 
 
Dan parahnya lagi, Orang yang kesurupan itu akan mencaci maki siapapun dia. Dan itu semua diluar kesadarannya. 

Keinginan Tidak Wajar

Orang yang kesurupan kadang bergerak dan bertindak diluar batas kewajaran manusia. Bahkan ada hal yang sangat mengkhawatirkan orang yang kesurupan itu,Jika meminta segelas kopi, meski panas langsung ditenggaknya seolah tidak perduli. 

Bahkan jika orang yang kesurupan itu bukan perokok, kadang meminta rokok. Dan ada lagi yang sangat mengkhawatirkan yaitu menggerakkan-gerakan kaki juga tangan,Tanpa sadar bahkan sampai terluka. 

Fenomena kesurupan banyak berbagai faktor. Ada juga yang menyebutkan kadang faktor dari bawaan lahirnya sudah lemah. Bagi masyarakat Suku Sunda (Jawa barat_red) suka disebut "Leupeuh Yuni". Atau ada juga yang berasumsi Renggang tulang iganya. 

Tapi yang paling krusial adalah faktor fikiran hal itu merupakan faktor yang sangat penting dari lemahnya seseorang dalam pertahanan dari serangan mahluk Ghaib dari penghuni suatu tempat atau mahluk ghaib dari kiriman seperti Teluh, Santet, Guna-guna ataupun Pelet. 

Saran Abah Kumis pada kesempatan itu, Agar manusia terhindar dari hal itu maka yang paling tepat adalah Berdzikir kepada Alloh SWT serta bersholawat kepasa Baginda Rasullullah SAW. 

Jika hati yang kosong maka melakukan Dzikir serta mengingat asma Alloh SWT maka dipastikan akan terhindar. Tapi jika hati yang hampa maka jenis sifat jahat yang diduga dilakukan Jin Kafir dan Syetan akan mempengaruhi cara berfikir orang hingga pada akhirnya terjadilah Kesurupan. 

Nah ada lagi cara lain, Jika orangnya berpura-pura kesurupan coba cubit saja paha atau perutnya, Jika kesakitan pasti itu hanya berpura-pura saja. 

Namun jika yang alami gangguan jiwa hal itu semua bisa terlihat dari perjalanan hidupnya dari awal hingga akhir. Untuk yang gangguan kejiwaan biasanya tidak serta merta. Tapi biasanya sudah berjalan cukup lama. Yang efektif adalah mengobati secara psikologis. 

Diakhir pembicaraan dengan Abah Kumis menyarankan agar lebih dekatlah dengan Alim Ulama dan perbanyaklah beribadah agar bisa terhindar dari mara bahaya,Baik yang terlihat maupun yang tidak kita fahami juga yang kita tidak mengerti. (Faizal /Budi D)