DIawal Bulan Rajab perjalanan Ketua Padepokan kali badong bersama Team Religi telusuri tempat bersejarah

SUARA MISTERI - Telusuri & Mencekan

Hallo sahabatkusemua terimakasih sudah berkunjung dikisah misteri , kita jumpalagi pada Artikel ini, dan kami siap untuk membagikan berbagai cerita Misteri buat anda, yang andabaca kali ini yang berjudul, perjalanan Ketua padepokan kali bodong.

Subang Suaramisteri.com
Kehidupan Semua manusia punya jalan cerita dan romantikanya, menggenapi kehidupan dengancara dan keyakinannya masing-masing, demikian juga halnya dengan perjalanan Ketua Padepokan Kalibadong, yang tergabung dalam Tim Religi, pimpinan bapak Abdul Rachmad, ( 7/1- 2025)

Tiba di Keramat Kalungguhan Pangeran Suryanegara, Lemah Tamba jam 02.15 WIB, Selasa, (31/12/2024), Ketua tim Religi bapak Abdul Rachmad menemui petugas piket (abdi dalem/marebot) bapak Bilam Marjuki dan menyampaikan niat kedatangan rombongan ke Lemah Tamba. Di keramat Lemah Tamba pemimpin Tim Religi ijin untuk gelar Tawasulan kemudian rombongan mandi dan membawa air karomah dari balong Ki Ribut. Rombongan melanjutkan perjalanan jam 03.15 WIB.

Rute kedua Makam Sunan Gunung Jati, Selasa, (31/12/2024). Tim Religi rehat sejenak dengan ngopi bersama di area parkiran. Berlanjut shalat Subuh. Jam 04.47 rombongan bergerak masuki area makam Sunan Gunung Jati. 
Di area makam, tawasulan di makom Sunan Gunung Jati - Nyi Mas Lara Santang, dan satu lokasi dengan petilasan Raja Sulaeman. Tawasulan ditutup dengan menabur kembang serta melempar uang koin di depan makom Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah - Nyi Mas Lara Santang. Rombongan meneruskan perjalanan jam 06.20 WIB menuju Cilacap.

Tiba di pelabuhan Seleko, Cilacap jam 11.30. Rombongan istirahat. Setengah jam kemudian lanjut penyebrangan dengan mencarter perahu bermesin tunggal memakan waktu sekitar 3 jam, dan menuju pulau lokasi wisata religi Masigit Sela, di desa Ujung Alang, Kampung Laut.

Dari Masigit Sela kembali ke Cilacap menuju pantai Nyi Santri Gundik Ratu Roro Ireng (Penguasa Laut Selatan). Lalu berlanjut menuju Jambe 5, di sana mengunjungi petilasan Syeh Mahmud Abdul Rahman. Lalu kembali ke Jambe 5 kemudian bertolak ke Goa Sri Bolong, kemudian kembali ke Jambe 5 dan memasuki petilasan Eyang Semar Cemara Putih, berlanjut ke pemandian Nawang Wulan, Jambe 7 lalu berlama-lama di petilasan Eyang Semar Cemara Putih. Menjelang siang, Tim bertolak menuju Gunung Srandil, singgah di beberapa petilasan, diantaranya; petilasan Sultan Murahidin, petilasan Syeh Maulana Magribi, petilasan Dewi Sumarni, lalu ke petilasan Eyang Semar, kemudian petilasan Ibu Nini Dewi Sekar Tunjung Sari, lalu melakukan Tawaf 7 putaran mengitari area Gunung Serandil dan ditutup menaiki Gunung Srandil di petilasan Eyang Langlang Buana.

Menuju arah pulang menuruni tangga Gunung Srandil, berjarak sekitar 100-an meter, dan berpamitan sebagai penutup ziaroh, memasuki area petilasan Dampu Awang atawa yang lebih dikenal dengan nama Panglima Cheng Ho.

Harapannya, "Orang-orang yang tergabung dalam Tim Religi, mendapat berkah serta kemajuan, di awali pada bulan Rajab ini." Ucap pimpinan Tim Religi, bapak Abdul Rachmad. "Serta berguna bagi Kehidupan, barokah, karomah dan mendapat ridho Allah serta safaat Kanjeng Nabi." imbuhnya.

Sore menuju senja, Tim Religi menuju arah pulang ke Subang Pantura,pemberangkatan, 31/12-2024, pulang  tgl 7/1-2025, dengan guyuran hujan amat derasnya sederas harapan akan kemajuan di awal tahun yang penuh berkah serta kerahayuan. (Tim-SI)